Cerita Senin Pagi

Seperti hari-hari biasanya, setelah absen pagi di kantor, kami bertiga (Ayah, Ibu, dan Fagan) langsung ke TPA Artha Wildan, tempat Fagan sekolah. Berbeda dengan tadi pagi, kebetulan Ayah ada tugas pagi sehingga Ibu dan Fagan harus ke sekolah sendiri.

Karena cuaca agak mendung dan sedikit gerimis, kami memutuskan untuk naik dahulu ke lantai 11, sekedar mengulur waktu sambil menunggu cuaca kembali ramah. Hampir tiga puluh menit berlalu, hujan tak kunjung reda. Akhirnya diputuskan untuk “Okelah, kita nekat aja..” (Sambil berharap ada tebengan). Ternyata sampai di lobby, hujan masih deras, tetapi sekitar lima menit kemudian berganti menjadi rintik kecil. Fix, kami jalan aja, sambil berpayung ria.

Hampir naik tangga penyeberangan, saya melihat ada Grab Bike sedang menurunkan penumpang. Ting! Ada ide. Pelan-pelan mendekat ke abangnya. “Bang, kalau minta tolong antar ke TPA dekat kantor pos, tapi ga usah order online mau gak?”. Pertanyaan saya dijawab dengan anggukan dan kata-kata yang kurang jelas dari balik masker, saya artikan itu sebagai “Mau”. Serah terima helm, lalu duduk manis di belakang abang yang sedang bekerja 🙂

Sampai di tujuan, kami turun dan menyiapkan ongkos yang belum disepakati sejak awal. Kebetulan di dompet cuma ada lembaran seratus ribu dan dua ribuan. Ga mungkin donk saya bayar dua ribu. Lalu saya sodorkan uang seratus ribu dan terjadilah percakapan ini:

A: Si Abang, B: Saya.

A: “Ga usah, Bu”
B: “Loh kok gitu? Yang bener, Bang?”
A: “Bener, Bu, gapapa, deket ini”
B: “Ahh.. Saya jadi ga enak nih, Bang”
A: “Rejeki udah ada yang ngatur, Bu”
B: “Yaudah deh, Bang, makasih banyak ya, Bang, semoga rejeki Abang lancar”
A: “Iya, Bu”.

Dan dia pun berlalu meninggalkan kami yang masih takjub dengan kebaikan yang kami terima.
Alhamdulillah, selalu ada pelangi setelah hujan. Tadi pagi pelangi kami berjaket hijau.

 

A628F5063A3CD75F52DF9A252E8DD3E9

Advertisements

Dear Love..

Te20150606_123218pat di tanggal ini, lepas sudah dirimu dari usia dua puluhan. Sah memasuki usia berkepala tiga.

Selamat ulang tahun suamiku tercinta, ayah dari anakku, imam kami sekeluarga.

Tak ada perayaan, tak ada bingkisan kado. Hanya sedikit kecupan di pagi hari serta luncuran doa dari hati. Berharap umur panjang, kesehatan, kebahagiaan, rasa syukur, serta iman takwa selalu bersamamu.

Jalan kita terjal dan berliku, tetapi pemandangan kanan-kiri kita indah dan berpelangi. Jadilah peta bagi kami.

Hari pertama di usia yang baru ditandai dengan terlambat absen di kantor. Tak apalah, asal angkanya cantik. Pukul delapan lebih delapan menit. Semoga cinta, kebahagiaan, dan keberuntungan kita akan selamanya, layaknya angka delapan yang tak pernah terputus.

Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tau.

A628F5063A3CD75F52DF9A252E8DD3E9

galau..galau..

ganbatteOmaigat!

Ternyata sebegini gelisahnya ketika si anak bayi ga mau makan. Mungkin kurang kreatifitasnya si emak juga kali ya jadi dia bosan sama menu yang itu-itu aja. Keseringan makan Quaker Oats mungkin bikin dia eneg, lagian rasanya emang anyep. Dikasih makanan instan juga dianya ga mau mungkin karena terlalu gurih. Padahal kata bu gurunya, kalau siang dia mau makan. Wajarlah masakan yang didapat dari daycare emang enak bingiittt….

Maunya maem biskuit, itupun cuma seiprit. Kalau susu ataupun Milna cair dia kuat banget mimiknya. Tapi kan kasian kalau digelontor mimik terus. Hiks..jadi pengen pinter masak nih, banyak-banyak gali kreatifitas plus kumpulin menu-menu makanan biar si bayi tertarik mau makan.

Ayoo rajin belanja…rajin masak demi berat badan dede Fagan kesayangan!

A628F5063A3CD75F52DF9A252E8DD3E9

Parenting

Resume program Kelas Pengasuhan Anak

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Dorector of Auladi-Parenting School
Hotel Citarum, 8–9 Nov 2014

Kenapa kita harus belajar ttg pengasuhan anak:
1. Àllah memerintahkan kita utk terus belajar
2. Zaman: zaman telah berubah. Dulu akses informasi terbatas. Skrg akses informasi tersebar luas
3. Agar anak bahagia

🌸 Kenapa orang tua sering emosi menghadapi anak–krn ortu tidak punya ilmu

🌸 Kenapa anak berperilaku buruk–krn beda pola asuh

🌸 Kenapa anak menjadi beban–karena kita tidak bersama anak, kita hanya di dekat anak. Ortu sibuk dengan gadget

PR utk ortu:
1. PR ke-1: In syaa Allah mulai hari ini sy bersungguh-sungguh jadi ortu betulan, bukan kebetulan. Sy bersungguh sungguh memulainya dari hal yang sederhana, yaitu menyediakan waktu bersama anak setiap hari, setidaknya 30 menit setiap hari sebelum 12 tahun dan 3 jam setidaknya setiap bulan setelahnya

2. PR ke-2: In syaa Allah mulai hr ini, sy akan MEMBEBASKAN hidup anak sy demi kebahagiaan mereka sepanjang tidak berlebihan, yaitu:
👫Tidak membahayakan dirinya
👫Tidak merugikan orang lain
👫Tidak melanggar hukum agama, negara dan norma setempat

3. PR ke-3: In syaa Allah mulai hr ini sy bersungguh-sungguh sekuat tenaga utk MENDAMPINGI anak setiap hari jika bertemu dgn anak setidaknya pd 4 kegiatan, yaitu :
👫Bangun tidur
👫Mau tidur
👫Makan
👫Sholat

4. PR ke-4: Sy akan mengutamakan KEBENARAN, bukan usia, utk membesarkan anak sy dan pantang bagi sy membandingkan anak sy dgn saudaranya apalagi dengan org lain

5. PR ke-5: In syaa Allah mulai hr ini, sy tidak akan mengatakan kalimat negatif tentang anak saya di depan anak, sebaik apapun tujuannya. Saya tidak ridho konsep diri anak sy menjadi negatif gara-gara mulut sy yg tidak terjaga.
💥Hati-hati krn itu akan menjadi label. Kita melabeli anak kita nakal maka ia menjadi nakal. Isi toples sesuai labelnya

6. PR ke-6: mulai hr ini sy akn bersungguh-sungguh melakukan apa yg sy katakan kpd anak, mulai hr ini sy akan bersungguh-sungguh tidak pernah berbohong dan ingkar janji pada anak sebaik apapun tujuannya. Sy tidak ridho anak2 sy tidak memercayai sy orang tuanya
👑 Ortu tegas tp tidak kasar
👑 Ortu harus konsisten

7. PR ke-7: mulai hr ini sy bersungguh sungguh, ketika anak sy berlebihan, sy akan sedikit bicara dan banyak bertindak. Yaitu dengan membuat batasan2 yg jelas dan kknsekuensi yg jelas. Ketika sy terpaksa menindak anak, sy sekuat tenaga melaksanakannya dan tidak mudah goyah oleh perlawanan anak berupa: tangisan, kemarahan, amukan, dan serangan kata-kata atau fisik. Sy tau tidak akan mudah, tp sy juga tau jika tidak melaksanakannya skrg,  akan jadi kesulitan yg berkepanjangan
🙇anak nangis minta sesuatu, “cuekin aja”
🙇anak ngamuk, ortu tinggalkan ia…tp tetap dalam pengawasan
🙇ortu jgn lembek dgn segera memberi apa yg diminta anak

8. PR ke-8: mulai hari ini sy akan bersungguh sungguh sy akan mendekati anak sy pd saat berbuat baik lebih sering dr pada saat berbuat buruk dan setelah itu tidak akan jaga image untuk:
👍mengungkapkan perasaan positif yg kita rasakan
👍mendoakan anak sesekali yg sengaja terdengar anak
👍menceritakan kebaikan anak kepada orang lain

9. PR ke-9: Mulai hari ini sy bersungguh-sungguh sy akan melatih diri sy agar menjadi tempat curhat terbaik yg dipilih anak saya dengan mebiasakan diri:
👩mengajak anak bicara soal sepele sebelum yg serius
👩Mengajak anak berbicara pd saat tidak bermasalah sebelum yg bermaslah
👩Tidak akan pernah memasukan nasihat sebelum mengeluarkan isi pikiran dan perasaan anak–berikan nasihat stlah anak colling down.
Smg bermanfaat.

Have nice weekend with your lovely kids..

A628F5063A3CD75F52DF9A252E8DD3E9

Yuk.. Jaga Shalat Lima Waktu!

Mari kita jaga sholat 5 waktu dengan tertib dan istiqomah :

Bila “Subuh Utuh”pagi tumbuh, hati teduh, pribadi tidak angkuh, keluarga tidak keruh, maka damai berlabuh..

Bila “Dhuhur Teratur”diri jadi jujur, hati tidak kufur, rasa hati selalu bersyukur, amal ibadah tidak udzur, keluarga akur, maka hidup jadi makmur..

Bila “Asar Kelar” jiwa jadi sabar, raga jadi tegar, senyum menyebar, maka rizki jadi lancar..

Bila “Maghrib Tertib” ngaji jadi wajib, wirid jadi tertib, jauh dari aib, maka syafaat jadi karib..

Bila “Isya Terjaga” malam bercahaya, gelap tidak terasa, hidup damai sejahtera, bahagia selamanya..

Semoga kita dapat istiqomah menjalaninya, Aamiin..

A628F5063A3CD75F52DF9A252E8DD3E9

Terdidik oleh anak..

Momen unik bagi manusia adl saat jadi ayah dan ibu, dimulai sejak menyandang gelar calon ayah dan calon ibu. Kelahiran buah hati, mencipta proses bagi seorang ayah ibu untuk terdidik.
Pertama, adanya anak membuat orang tua terdidik untuk lebih bertanggungjawab. Kedua, terdidik untuk lebih mandiri. Ketiga, terdidik untuk me-manage dirinya menjadi lebih baik. Dan yg keempat, paling utama, meningkatnya tawakal kepada Allah. Tiada yang bisa menjamin keselamatan, kesehatan, dan rizki anak kecuali Allah.

A628F5063A3CD75F52DF9A252E8DD3E9